Sunday, August 23, 2009

Tunggu Apa Lagi…???


Ramadhan datang lagi, berkemungkinan kali ini Ramadhan yang terakhir buat kita.

Berjumpa dengan bulan Ramadhan merupakan kenikmatan yang sangat besar, yang selayaknya seorang muslim benar-benar merasakan dan menjiwai nikmat tersebut. Betapa banyak orang yang terhalang dari nikmat yang besar ini, ajal telah menjemput mereka atau kerana ketidakmampuan mereka beribadah sebagaimana mestinya sebab sakit atau yang lainnya, Maka, hendaknya seorang muslim bersyukur kepada Allah atas anugerah-Nya ini dan berdoa kepada-Nya agar dianugerahi kesungguhan dan semangat dalam mengisi bulan yang mulia ini dengan ibadah dan dzikir kepada-Nya.

Pesta ibadah VS pesta makanan

Satu lagi penyakit yang menjadi barah dalam masyarakat kita. Sukakah kita menjadi geng syaitan??? Apa yang penulis perhatikan, ramai orang dekat Malaysia ini melakukan pembaziran dalam membeli juadah berbuka puasa. Apa yang terjadi adalah makanan itu tidak dimakan sehingga basi dan dibuang begitu sahaja.

Renungkanlah… bagaimanakah keadaan saudara-saudara kita di Palestin, Chechnya, Afghanistan, Iraq, dan negeri-negeri yang lainnya… Bagaimanakah keadaan mereka menyambut bulan suci ini?? Musibah demi musibah, derita demi derita menimpa mereka. Dengan derita dan tangisanlah mereka menyambut bulan suci ini. Dengan beraneka ragam makanan kita berbuka puasa… lantas dengan apakah saudara-saudara kita di Somalia berbuka puasa???

Sepatutnya kita rancak berpesta melakukan ibadah kepada Allah.


Al-Quran untuk orang hidup, not for orang mati.

Berkata Ibnu Rajab, “Para salaf berkonsentrasi membaca Al-Qur`ân di bulan Ramadhan. Diantara mereka ada yang mengkhatamkan Al-Qur`ân setiap minggu, diantara mereka ada yang setiap tiga hari, ada juga yang menamatkan dalam waktu dua malam, bahkan ada di antara mereka pada saat sepuluh malam yang terakhir menamatkan Al-Qur`ân setiap malam. Adapun hadith yang menjelaskan larangan mengkhatamkan Al-Qur`ân kurang dari tiga hari maka maksudnya jika dilaksanakan terus menerus. Adapun menamatkan Al-Quran pada waktu-waktu (tertentu) yang mulia seperti bulan Ramadhân khususnya di malam-malam yang diharapkan seperti lailatul qodar, demikian juga di tempat-tempat yang mulia, maka disunnahkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur`ân dalam rangka memanfaatkan kesempatan ketika berada di tempat dan waktu yang mulia. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan yang lainnya, dan merupakan hal yang diamalkan oleh selain mereka”[ Wazhâ`if Romadhan hal. 43]

Menjadi tradisi dalam masyarakat kita membaca al-Quran pada orang yang meninggal dunia. Orang yang meninggal dunia telah pergi berlalu membawa amalannya dan mengharapkan sedekah yang dilakukan, ilmu yang bermanfaat serta anak yang soleh mendoakannya.

Hakikatnya al-Quran itu diturunkan pada umat Muhammad yang masih bernyawa bukannya kepada jasad yang telah terpisah dengan roh. Malang sekali perkara sebegini terjadi dalam masyarakat kita.

Ramadhan bulan al-Quran, jom kita khatam al-Quran paling kurang sekali. Kita cabar diri kita untuk pastikan Ramadhan kali ini lagi baik berbanding tahun-tahun yang lampau. Bila lagi kita nak khatam al-Quran...??? bulan Syawal? Tentu sekali sukar... manfaatkan bulan ini semaksimanya kerana kita ada banyak masa. Masa breakfast, lunch & high tea dah free...

Berkata Syaikh Abdur Rahmân As-Sudais, “Ketahuilah saudara-saudaraku, sebagaimana kalian menyambut kedatangan bulan suci ini, kalian juga tidak lama kemudian pastikan berpisah dengannya. Apakah engkau tahu –wahai hamba Allah- apakah engkau akan boleh bertemu dengan akhir bulan ini? Ataukah engkau tidak akan menemuinya?? Demi Allah kita tidak tahu, sedangkan kita setiap hari menyolatkan puluhan jenazah. Dimanakah mereka yang dulu berpuasa bersama kita? Seorang yang bijak akan menjadikan ini semua untuk bermuhasabah dan meluruskan kepincangan dan membuangnya dari jalan ketaatan sebelum ajal menjemputnya dengan tiba-tiba. Sehingga tidak bermanfaat ketika itu kecuali amalan soleh. Ikrarkanlah janji kepada Robb kalian di tempat yang suci ini dan di bulan yang suci ini yang penuh barakah ini untuk bertaubat dan penyesalan serta melepaskan diri dari kekangan kemaksiatan dan dosa. Bersungguh-sungguhlah untuk mendoakan kebaikan bagi diri kalian dan saudara-saudara kalian kaum muslimin.”

Penulis menyeru pada semua muslim dekat negara " Satu Malaysia ini ",
jom kita hidupkan Ramadhan dengan beribadah kepada Allah. Jadikan Ramadhan sebagai medan latihan untuk kita mengharungi bulan-bulan akan datang. Slm Ramadhan

No comments: